Lawan Konten Negatif dengan Narasi Kebaikan, Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Jatim Gelar Pelatihan Kreator Konten
Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur menggelar pelatihan content creator bagi pengurus Bipeka se-Jawa Timur pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar melawan derasnya konten negatif di ruang digital melalui penguatan narasi kebaikan, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.
Kegiatan ini mengundang Ketua Bidang dan tim media Bipeka DPD PKS se-Jawa Timur, serta diikuti seluruh anggota Bipeka DPD PKS Jawa Timur melalui daring.
Ketua Bidang Bipeka DPW PKS Jawa Timur, Nurul Arba’ati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pengarusutamaan konten positif di tengah banjir informasi yang kerap tidak ramah terhadap nilai-nilai keluarga.
“Konten negatif tidak bisa dilawan dengan kemarahan, tetapi harus diimbangi dengan konten positif yang jauh lebih masif. Kalau kita absen, ruang digital akan diisi oleh konten yang tidak mendidik,” ujar Nurul.
Menurutnya, perempuan dan keluarga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem media sosial yang sehat. Narasi keseharian, pengalaman mendidik anak, relasi keluarga, hingga nilai-nilai kebaikan justru memiliki kekuatan besar jika dikemas dengan cara yang sederhana dan relevan.

“Konten itu tidak harus rumit. Hal-hal baik yang kita ucapkan, kita lakukan, bahkan obrolan sehari-hari, bisa menjadi konten positif yang berdampak,” jelasnya.
Nurul juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun gerakan berkelanjutan, agar kader perempuan PKS mampu menjadi produsen konten, bukan sekadar konsumen media sosial. Ke depan, Bipeka mendorong lahirnya konsistensi dalam menyebarkan pesan kebaikan di ruang digital.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan strategis yang tidak bisa dihindari, termasuk dalam dakwah dan penguatan nilai keluarga.
“Mengajak kebaikan yang efektif selalu mengikuti zamannya. Hari ini kita hidup di era digital, maka konten positif harus hadir dan bersaing di ruang digital. Jika kita tidak menyesuaikan diri, kita bisa tertinggal bahkan tergulung oleh zaman,” ujar Bagus yang memberi sambutan dari Sumatera Utara.
Bagus juga menekankan bahwa tantangan era digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga maraknya konten negatif yang membutuhkan kehadiran figur-figur yang mampu menjadi penjaga nilai.
“Pengarusutamaan konten positif adalah tanggung jawab kita bersama. Kader yang militan di era sekarang adalah kader yang juga melek digital,” tambahnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali pengurus Bipeka PKS Jawa Timur dengan keterampilan dasar pembuatan konten, pemahaman karakter audiens milenial dan Gen Z, serta strategi menyusun narasi keluarga yang relevan, ringan, dan berdampak di media sosial.
Dengan langkah ini, PKS Jawa Timur berharap ruang digital tidak hanya dipenuhi hiruk-pikuk konten negatif, tetapi juga menjadi ladang penyebaran nilai kebaikan yang menyejukkan masyarakat.{}
