Banjir Bandang Landa Purbalingga, PKS Jateng Turunkan Relawan Kemanusiaan
PURBALINGGA – Banjir bandang yang menerjang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, mendorong Relawan Kemanusiaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah untuk turun langsung membantu warga terdampak, sesuai dengan motto PKS sebagai partai pelayan rakyat.
Bencana alam tersebut terjadi pada Sabtu (24/01/2026) dini hari, dipicu hujan deras disertai angin kencang di kawasan lereng Gunung Slamet. Luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba membawa lumpur, pasir, serta material kayu, mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak, jembatan terputus, kendaraan dan ternak hanyut, serta akses jalan umum terganggu.
Sehari setelah kejadian, Relawan Kemanusiaan PKS mulai melakukan penanganan di lokasi terdampak. Setiap harinya, sekitar 50 hingga 90 personel relawan diterjunkan untuk membantu proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.Koordinator Relawan Kemanusiaan DPW PKS Jawa Tengah, Endy Kurniawan, mengatakan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 160 relawan PKS dari berbagai kabupaten di sekitar Purbalingga telah bergabung dalam penanganan banjir bandang dan longsor di sejumlah titik.
“Terhitung sampai hari ini, sekitar 160 relawan PKS dari beberapa kabupaten di sekitar Purbalingga ikut menangani banjir bandang serta sisa dampak banjir dan longsor di beberapa lokasi,” ujar Endy.
Ia menjelaskan, relawan PKS bersama unsur relawan lainnya telah menyalurkan berbagai bantuan, antara lain sembako, pakaian layak pakai, alas tidur, serta material bangunan. Selain itu, relawan juga membantu membersihkan rumah warga dari lumpur dan material banjir, membuka akses jalan umum, serta melancarkan aliran sungai yang tersumbat batu dan kayu.
Endy menambahkan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, warga mengalami kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum. Ia juga memastikan bahwa secara khusus tidak ada kader PKS yang terdampak langsung, selain kerugian material yang dialami masyarakat secara umum. Selain banjir, angin kencang susulan juga menyebabkan beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan.
Lebih lanjut, Endy mengimbau seluruh warga dan relawan PKS di wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil hingga Februari mendatang.
“Satgas Penanggulangan Bencana DPW PKS Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh DPD dan struktur di daerah untuk bersiaga, meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan, karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader dan relawan kemanusiaan PKS untuk aktif melakukan pemantauan lingkungan dan melaporkan setiap kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi agar dapat segera ditangani.
“Kami mengimbau kepada seluruh kader dan relawan kemanusiaan PKS untuk saling meningkatkan kewaspadaan dan awareness terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi bencana, segera laporkan denagn baik agar penanganan bisa segera dilakukan,” tambah Endy.
Khusus di Kabupaten Purbalingga, yang saat ini masih berada dalam masa tanggap darurat hingga 6 Februari 2026, PKS Jateng memastikan akan terus membantu pemerintah daerah dalam meringankan beban warga terdampak.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana ini. Kami akan bekerja bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya untuk membantu pemulihan pascabencana, meringankan beban warga terdampak, serta memastikan proses penanganan berjalan dengan cepat dan tepat,” pungkas Endy.
