Kobarkan Semangat ‘Siaga, Berani, Setia’: Dindin Subagya Tempa Militansi Kader di Bukit Waru
PAMEKASAN – Suasana di Bukit Waru, Pamekasan, mendadak bergemuruh dengan semangat kepanduan yang membara pada Sabtu (14/02/2026). Di tengah bentang alam yang menantang, hampir 100 anggota Muda dan Pratama dari empat kabupaten se-Madura Raya berkumpul dalam agenda Kemah Bela Negara Dasar 2 (KEMBARA D2). Di barisan terdepan, hadir Ketua DPD PKS Bangkalan, Dindin Subagya, S.Ag., yang memantau langsung proses pengemblengan fisik dan mental para kadernya untuk menjadi garda terdepan pelayan masyarakat.
Acara yang diinisiasi oleh Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) se-Madura Raya ini berlangsung selama dua hari penuh, Sabtu hingga Minggu, 14-15 Februari 2026. Dengan mengusung tema besar “Siaga, Berani, Setia”, kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk mengasah ketajaman insting kepanduan. Para peserta dididik untuk memiliki kesiapan mental yang luar biasa dan loyalitas tanpa batas terhadap nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan partai.
Dindin Subagya dalam orasinya menekankan bahwa kesehatan jasmani dan rohani adalah modal mutlak bagi seorang pejuang. Beliau menegaskan bahwa seorang pandu PKS harus memiliki fisik yang prima sekuat staminanya dalam beribadah. “Kita ingin membentuk pribadi yang seimbang; fisiknya tangguh menapaki bukit, namun rohaninya tetap lembut dalam munajat kepada Allah SWT. Tanpa kesehatan yang utuh, pengabdian kita tidak akan maksimal,” ujar Dindin dengan nada yang menggetarkan semangat peserta.
Lebih jauh, pria yang akrab disapa Mang Dindin ini menyoroti pentingnya pembentukan kader yang militan. Baginya, militansi bukanlah sekadar kata-kata, melainkan bukti nyata dalam ketahanan menghadapi tekanan di lapangan. Melalui KEMBARA D2 ini, ia berharap para anggota Muda dan Pratama mampu keluar sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah oleh keadaan, memiliki kedisiplinan tinggi, dan selalu siap menjalankan instruksi organisasi kapan pun dibutuhkan.
Fokus utama yang juga menjadi pesan penting dalam kegiatan ini adalah kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Dindin menginstruksikan agar seluruh lulusan KEMBARA D2 Bangkalan memiliki keterampilan teknis yang mumpuni untuk diterjunkan ke lokasi bencana. “Kader PKS harus menjadi yang pertama hadir saat rakyat tertimpa musibah. Kalian adalah tim reaksi cepat yang dididik untuk berani mengambil risiko demi keselamatan sesama, bukan sekadar penonton di tengah duka masyarakat,” tegasnya.
Bagi PKS Bangkalan, kegiatan di Bukit Waru ini merupakan bagian dari strategi besar kaderisasi yang berkelanjutan. Dindin menyadari bahwa estafet kepemimpinan dan perjuangan tidak boleh terputus. Oleh karena itu, jenjang KEMBARA D2 ini menjadi jembatan penting untuk memastikan bahwa setiap kader memiliki standar kompetensi kepanduan yang merata, sehingga mesin organisasi tetap berjalan dinamis dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kehadiran Dindin Subagya di tengah-tengah peserta juga memberikan energi tambahan bagi para anggota dari Bangkalan. Beliau tampak berbaur, memberikan motivasi, dan sesekali memberikan instruksi praktis di sela-sela simulasi lapangan. Kedekatan antara pimpinan dan kader ini mencerminkan soliditas internal yang menjadi kekuatan utama PKS dalam menjaga ritme perjuangan di Madura, khususnya di Bumi Dzikir dan Shalawat, Bangkalan.
Menutup arahannya, Dindin berharap agar semangat yang didapatkan di Bukit Waru tidak padam saat tenda-tenda perkemahan dibongkar pada hari Minggu besok. Beliau ingin “Siaga, Berani, Setia” menjadi napas kehidupan sehari-hari bagi setiap kader. Dengan bekal militansi dan kesiapsiagaan yang telah teruji, PKS Bangkalan optimis akan terus mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemanusiaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
by: relawan komdigi bangkalan

