Jawa Timur Jadi Barometer, PKS Jatim Mantapkan Transformasi Digital TOTAL
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh melalui program Transformasi Digital TOTAL.
Langkah ini ditegaskan langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam sambutannya pada Workshop Transformasi Digital (TOTAL) yang digelar di Kota Malang, Sabtu (31/1/2026).
Bagus menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai barometer nasional PKS. Dengan jumlah 38 kabupaten/kota, ribuan desa, dan struktur organisasi terbesar se-Indonesia, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Jawa Timur adalah barometer nasional. Jika PKS Jawa Timur mampu bertransformasi secara digital dengan TOTAL, maka kemenangan nasional insya Allah terasa lebih dekat,” tegas Bagus di hadapan ratusan peserta workshop itu.
Menurutnya, program TOTAL bukan sekadar mengikuti tren teknologi atau penggunaan aplikasi digital semata. Lebih dari itu, TOTAL merupakan revolusi budaya kerja di tubuh PKS Jawa Timur, yakni pergeseran dari manajemen berbasis perkiraan menuju manajemen berbasis data.
“Kita ingin bermigrasi dari manajemen kira-kira menuju manajemen data. Niat baik saja tidak cukup, niat baik harus dikelola dengan sistem yang profesional,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, melalui dashboard digital yang sudah dibangun, pimpinan partai di semua level dapat memantau kondisi riil di lapangan secara real time. Mulai dari aktivitas kader, kekuatan struktur, hingga efektivitas program di tiap daerah.
“Dashboard ini menjadi single source of truth. Kita tidak perlu menunggu masalah meledak, karena data sudah memberikan peringatan dini,” jelasnya.
Dalam konteks kepemimpinan digital, Bagus juga membedah tiga nilai utama PKS Jawa Timur, yakni siaga, berani, dan setia, yang harus diimplementasikan secara nyata dalam pengambilan kebijakan berbasis data. Pimpinan dituntut siaga membaca situasi, berani mengambil keputusan strategis meski tidak populer, serta setia pada jalur kaderisasi dan pelayanan.
Ia menekankan pentingnya literasi data di seluruh struktur partai. Mulai dari DPW, DPD, hingga bidang-bidang teknis, seluruh program ke depan harus berbasis data yang terintegrasi dengan sekretariat.
“Mulai hari ini, setiap rapat koordinasi harus berbasis data dari dashboard. Jika tidak tercatat dalam sistem, maka itu belum dianggap resmi,” katanya.
Workshop Transformasi Digital TOTAL ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang transformasi PKS Jawa Timur menuju 2029. Bagus menegaskan bahwa pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja kolektif lima tahun ke depan.
“Ini bukan acara seremonial. Ini adalah awal dari perubahan besar. Kita ingin PKS Jawa Timur menjadi teladan nasional dalam tata kelola partai yang modern, profesional, dan berbasis data,” ujarnya.
Dengan TOTAL, PKS Jawa Timur menegaskan diri sebagai partai yang siap menjawab tantangan zaman, merangkul pemilih muda, dan menghadirkan politik yang lebih terukur serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Workshop TOTAL kali ini diikuti pengurus DPTD PKS dari 7 daerah yaitu, dari Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.
“Semua DPTD PKS di Jawa Timur akan mengikuti kegiatan ini secera bertahap. In syaa Allah tinggal Surabaya-Sidoarjo dan Madura. Karena harapannya semua DPD PKS di Jatim akan melakukan transformasi digital,” pungkasnya.{}
