Kabar Jatim

Lagi, Ratusan Anggota Dilantik, Ketua PKS Jatim: Bukan Penonton, Kader Siap Diterjunkan ke Masyarakat

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur terus memperkuat basis kaderisasi sebagai fondasi utama gerakan partai. Hal ini ditegaskan Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat melantik ratusan Anggota Madya dan Dewasa PKS se-Jawa Timur, Ahad (18/1/2026).

Bagus menyampaikan bahwa Anggota Madya dan Dewasa atau kader pelopor merupakan garda penting PKS di tengah masyarakat. Mereka disiapkan bukan hanya untuk kerja-kerja politik elektoral, tetapi juga untuk peran sosial, kemanusiaan, dan pengabdian langsung kepada masyarakat.

“Kader PKS harus hadir di masyarakat jauh sebelum pemilu. Di saat bencana, krisis sosial, atau persoalan warga, kader harus menjadi bagian dari solusi,” ujar Bagus.

Menurutnya, sistem kaderisasi PKS dirancang untuk melahirkan kader yang tangguh secara ideologis dan siap secara praktik. Proses menjadi Anggota Madya ditempuh melalui pembinaan berjenjang, pembiasaan kerja kolektif, serta kesiapan menerima penugasan organisasi di berbagai medan pengabdian.

Bagus mencontohkan kiprah kader PKS Jawa Timur yang terlibat aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk pengiriman relawan dan bantuan bibit ke wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Ia menilai, hal tersebut menjadi bukti bahwa kader PKS tidak hanya aktif saat momentum politik, tetapi juga konsisten dalam aksi nyata.

“Kader pelopor itu bukan penonton. Mereka siap bergerak, bahkan ketika tidak disorot kamera. Inilah ruh kaderisasi PKS,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kekuatan PKS tidak semata diukur dari jumlah kursi legislatif, melainkan dari soliditas kader yang terus bekerja di akar rumput. Dengan kader yang terlatih dan teruji, PKS diyakini mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat secara berkelanjutan.

Pelantikan Anggota Madya ini menjadi penanda komitmen PKS Jawa Timur untuk terus menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas, berdaya juang tinggi, dan siap mengemban amanah perjuangan di berbagai bidang kehidupan masyarakat.{}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *