Kabar Bangkalan

PKS Luncurkan Program Ramadan 1447 H: Usung Tema Kemanusiaan dan Semangat Kemenangan

JAKARTA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzammil Yusuf, M.Si., secara resmi meluncurkan rangkaian program nasional bertajuk “Ramadan Bulan Kemanusiaan: Berbagi, Menguatkan, Memulihkan”. Acara yang digelar secara hibrida ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai, termasuk Wakil Ketua Majelis Syuro Dr. K.H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, serta ribuan kader yang menyaksikan melalui kanal digital di seluruh penjuru Indonesia hingga mancanegara.

Dalam orasi pembukaannya, Almuzammil menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum transformasi spiritual dan sosial. Beliau mengajak seluruh kader untuk menyambut bulan suci dengan iman dan takwa yang kokoh. Menurutnya, Ramadan adalah bulan istimewa yang menjadi saksi sejarah turunnya Al-Qur’an serta berbagai kemenangan besar umat Islam, yang harus dijadikan inspirasi bagi kerja-kerja nyata partai di tengah masyarakat.

Menariknya, Almuzammil juga mengaitkan nilai historis Ramadan dengan nasionalisme Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 Hijriah. “Ramadan adalah bulan kesuksesan pribadi, keluarga, hingga bangsa. Kemerdekaan kita adalah berkah dari bulan yang mulia ini, dan sudah sepatutnya kita mengisinya dengan kontribusi yang berdampak luas bagi kemanusiaan,” ujarnya penuh semangat.

Tahun ini, PKS memfokuskan kegiatannya pada tiga pilar utama: penguatan ibadah (hablum minallah), dakwah Islam rahmatan lil alamin melalui platform digital, serta aksi sosial melayani masyarakat. Melalui pilar ketiga, PKS berkomitmen hadir langsung di titik-titik bencana. Fokus utama bantuan kali ini diarahkan ke wilayah terdampak banjir di Aceh dan Sumatra Utara sebagai wujud nyata empati partai terhadap penderitaan rakyat.

Salah satu agenda unik yang disorot adalah pelestarian tradisi lokal, seperti tradisi Meugang di Aceh Tamiang, di mana pimpinan DPP PKS akan hadir langsung untuk menyembelih hewan dan menyantapnya bersama warga. Selain itu, aksi kemanusiaan permanen juga disiapkan, mulai dari pembangunan sumur air bersih, instalasi solar panel, hingga pembukaan dapur umum sepanjang bulan suci di daerah-daerah yang membutuhkan.

Sentuhan kasih sayang juga diberikan kepada anak-anak di daerah bencana melalui pembagian 1.447 pasang baju baru, menyesuaikan dengan angka tahun Hijriah saat ini. Di sisi spiritual, PKS meluncurkan Quran Fest untuk memasyarakatkan interaksi dengan Al-Qur’an di tingkat nasional, serta gerakan Iktikaf Nasional bersama keluarga guna memperkuat ketahanan keluarga sakinah di tengah arus modernisasi.

PKS juga menargetkan distribusi satu juta paket takjil secara nasional untuk melayani para pengguna jalan yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Di penghujung Ramadan, tradisi Posko Mudik PKS akan kembali digelar dengan fasilitas lengkap. Sambil berseloroh, Almuzammil menyebutkan bahwa selain tempat istirahat dan makanan, di beberapa titik bahkan disediakan layanan totok punggung untuk melepas penat para pemudik.

Peluncuran program ini ditutup dengan prosesi simbolis pemukulan beduk sebanyak delapan kali oleh Almuzammil Yusuf didampingi jajaran pengurus pusat. Dengan dentuman beduk dan pekikan takbir serta merdeka, program Ramadan 1447 H resmi dimulai. PKS berharap melalui rangkaian agenda ini, keberkahan Ramadan dapat menyelimuti seluruh wilayah Indonesia dan menjadi momentum pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

by ja’par (disusun dari pidato Presiden PKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *